|
Kisah Sun Tzu dan Ah Beng
Tan Ah Beng N21: Choa Chu Kang Pty. Ltd. |
|
|
WHAT's NEW |
HOME |
vv BOTTOM vv |
NEXT>>>
|
|
Sun Tzu, atawa Sun Zu, atawa Sun Zi, atawa juga Sun Wu
merupakan pakar Military Inteligent Strategy (MIS)
kenamaan dari Cina daratan. Masa hidupnya diperkirakan pada
zaman dinasti Zhou Chun Quin
(perioda musim semi dan gugur - abad IX - V S.M.).
Riwayat hidupnya pertama kali dicatat oleh Sima Qian
(abad II S.M.) serta dibukukan oleh Cao Cao (abad II M.).
Pada suatu hari, Lembaga Ilmu Pengetahuan Kerajaan, memaklumatkan ajakan untuk berpartisipasi dalam Riset Unggulan Terpadu (RUT) yang berhibah hingga 100.000.000 tail perak. Sun Tzu pun mendaftar untuk kategori ilmu siasat perang. Setahun kemudian, makalah ilmiah Sun Tzu dipresentasikan dihadapan para pejabat Dewan Riset Kerajaan. Temuan teori MIS Sun Tzu ditanggapi dengan gegap gempita serta penuh decak kagum. Namun Ah Beng, sekjen AsuSiaSih Penyelenggara Empire Mail (APEM) ngeyel dengan sinis: "Ah, teori nih yaw? Haiya! Elu bisa kagak kasih demo ..... ?" "Bisa ! ..." tangkis Sun Tzu dengan serta merta. Lalu dikumpulkanlah para dayang dan selir istana sebagai pasukan demo, serta Ah Beng menjadi pimpinan regunya. Pasukan pun berbaris seadanya .... Sun Tzu pun berfatwa: "Sekarang saya menjadi panglima beserta Ah Beng merupakan komandan pasukan dalam demo ini!" Lalu, Sun Tzu pun dengan penuh wibawa berteriak: "Siap ..... grak ....". Teriakan Sun Tzu tersebut justru mengundang gelak tawa para pasukanita sehingga suasana menjadi meriah. Sun Tzu pun bersabda: "Kalau perintahnya tidak jelas, dan tidak dilaksanakan, maka itu merupakan kesalahan panglimanya." Sun Tzu pun mengulang perintahnya: "Siap .... grak ... ". Tawa pun meledak lagi ..... Hua ha ha ha ha .... Sabda Sun Tzu: "Kalau perintahnya tidak jelas, dan tidak dilaksanakan, maka itu merupakan kesalahan panglimanya. Namun, kalau perintahnya jelas, dan tetap tidak dilaksanakan, maka itu merupakan kesalahan pimpinan regunya." Maka, Sun Tzu pun mencabut pedangnya, serta menghukum mati pimpinan regunya yaitu Ah Beng. Lalu, Sun Tzu menunjuk pemimpin regu yang baru. Kembali Sun Tzu berteriak: "Siap ... grak .....". Kali ini, seluruh pasukan mengambil "posisi siap" secara serentak. "Nah, begini dong ....," gumam Sun Tzu .... Acara baris-berbaris pun berlangsung secara super tertib. Setelah demo beberapa saat, Sun Tzu menulis empire mail (email) ke pimpinan sidang kerajaan: From: Sun Tzu To: Pimpinan Sidang Subject: Pasukan Telah Siap Date: Chun Quin Laporan! Saya mendapat amanat untuk menjadi panglima pasukan demo ini. Panglima berkuasa dan bertanggung jawab penuh atas pasukan. Atasan panglima hanya dapat mengangkat dan memberhentikan panglima, namun tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan pasukan ini. Oleh sebab maka dari itu, Ah Beng terpaksa disingkirkan demi stabilitas moral pasukan. Sekarang, pasukan demo telah siap tempur. Mereka dapat diperintah apa pun: mendaki gunung Huang Shan, menyeberang sungai Huang He atau Yang Ze, menerjang api, bertempur ke Nanyang, dan seterusnya ... Inti dari perang ada lima yaitu moral, cuaca, medan, pimpinan, dan sisdur atau singkatnya "Panca Yudha". Moral pasukan harus selalu dijaga, walau pun dengan terpaksa membina(sakan) anggota yang membalelo. Cuaca moneter perlu diperhatikan dalam medan yang akan ditempuh. Pimpinan harus tegas dan jelas dalam melaksanakan sisdur. Tah Bek Ciao, Sun Tzu |
| <<<PREV | ^^TOP^^ |
| Copyright © 1997-2004 Tan Ah Beng -- N21: Choa Chu Kang Pty. Ltd. . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: IndoGlobal -- PadiNET.com. File revision: 9.1 2003/09/05 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. |
|